Member Login

Lost your password?

Prosedur Pendaftaran Member

  1. Siswa/Orang tua dIsi formulir pendaftaran khusus member
  2. Setelah didaftarkan langsung oleh Admin, silahkan cek email Anda untuk verifikasi data.
  3. Silahkan login ke sistem member tersebut.
  4. Tunggu konfirmasi validasi data Anda melalui email Anda.

Selamat Datang di website kami mari kita jalin silaturahmi bersama  http://hkm-arif.com 
Pencarian
Login Member
Username:
Password :
Materi Ajar Terbaru
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 69158
Pengunjung : 26855
Hari ini : 29
Hits hari ini : 139
Member Online : 22
IP : 54.196.181.109
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::
mychild_span    
:: Arif Rohman Hakim ::
hkm.arif@hotmail.com

 
 

 أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ ﴿١﴾ فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ ﴿٢﴾ وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ ﴿٣﴾ فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ ﴿٤﴾ الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ﴿٥﴾ الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَ ﴿٦﴾ وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ ﴿٧﴾

 

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya. dan  enggan (menolong dengan) barang berguna.

 

Muqoddimah :

Surat ini diturunkan di Mekah sesudah surat Al-Kautsar. Ada keterangan lain bahwa ayat 1 – 3 diturunkan di Mekah sedang selebihnya 4 – 7 diturunkan di Madinah. Nama surat ini diambil dari kata Al-Ma'un yang terdapat pada ayat terahir. Menurut etimologi Al-Ma'un berarti banyak harta , berguna atau bermanfaat, kebaikan,  ketaatan, dan zakat. Surat ini menggambarkan orang yang tidak mau membayar zakat dan tidak mau berinfak untuk membantu fakir miskin. Allah mengancam orang yang mempunyai banyak harta tetapi tidak mempunyai kepedulian social.

 

Asbabun Nuzul :

Ayat 1 sampai 3 diturunkan setelah terjadi peristiwa menyembelih hewan untuk pesta kemudian anya anak yatim yang meminta minta oleh kafir quraisy tersebut bukannya diberi akan tetapi justru malah dibentak bentak dan diusir (demikian diterangkan dalam tafsir Quaisy Sihab)

Kemudian ayat 4 sampai 7 turun berkenaan dengan orang orang Munafik yang memamerkan shalat kepada orang orang beriman; mereka melakukan shalat dengan riya' dan meninggalkannya jika tidak ada yang melihatnya serta menolak memberikan memberikan bantuan kepada orang miskin dan anak yatim. (Riwayat Ibnu Mundzir)

 

Tafsir Ayat :

Ciri pendusta agama dijelaskan dalam ayat 1 – 3

Surat ini diawali dengan kalimat tanya untuk menarik perhatian pembacanya. Kemudian Allah sendiri yang menjawab pertanyaan tersebut satu per satu tujuannya adalah agar pembaca benar benar meresapi makna yang terkandung di dalamnya. Biasanya setiap ayat yang didahului dengan pertanyaan mengandung nilai yang sangat penting untuk segera dipahami dan diamalkan. Pertanyaan yang paling prinsipil adalah siapakah pendusta agama itu ?  Maka jawabannya pun segera disusulkan setelah pertanyaan. Ayat berikutnya menjawab secara lugas bahwa pendusta agama adalah orang yang tidak mau menyantuni anak yatim, berikutnya adalah orang yang tidak mau menolong fakir miskin. Pada mulanya sikap pengabaian terhadap anak yatim dan orang miskin adalah dimikili orang orang munafik. Mereka menunjukkan keangkuhannya dengan harta yang dimikilinya seakan akan anak anak yatim dan orang orang miskin itu tak akan dapat hidup tanpa mendapat bantuan mereka.

 

Munasabah Ayat :

Anak anak yatim dan fakir miskin adalah bagian dari kelompok masyarakat yang sangat dicintai Rasulullah SAW. Bahkan dalam sebuah hadits dinyatakan bahwa beliau sangat dekat dengan mereka. Perhatian terhadap mereka sangat diutamakan, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah 220 :

وَيَسْأَلُوْنَكَ عَنِ الْيَتَمَى قُلْ اِصْلاَحٌ لَهُمْ خَيْرٌ وَاِنْ تُخَالِطُوْهُمْ فَاِخْوَانُكُمْ  

 

 …….Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka, maka mereka adalah saudaramu ……..

 

 

Shalat adalah ibadah yang paling utama yang diperintahkan dalam syari'at Islam apabila dilaksanakan dengan benar akan berdampak positif bagi seluruh aspek kehidupan yang lain, maka shalat menjadi tolok ukur semua amal perbuatan. Lihat QS. Al-Ankabut: 45

 

……..dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Karakter orang orang munafik yang melaksanakan shalat dalam keadaan terpaksa dan mengharap pujian dari manusia, digambarkan dalam QS: An-Nisa ayat 142 :

 

 

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.

 

 

Mau'idhoh :

  1. Allah SWT. mengingatkan kita agar tidak terjebak dalam kelompok orang orang munafik yang cenderung menyepelekan ajaran agama.
  2. Allah SWT. Menjelaskan ciri ciri pendusta agama, yaitu sebagai berikut :

 

 

  1. Orang yang suka menghardik, menyia nyiakan dan tidak mempedulikan anak yatim.
  2. Orang yang enggan menolong meringankan beban fakir miskin.
  3. Ciri ciri yang dijelaskan pada nomer 2 tersebut di atas tidak layak dimiki orang beriman.
  4. Allah SWT. mencela orang yang melakukan shalat yang tidak mau memahami dan menghayati essensi shalatnya. Mereka melakukannya dengan riya' dan mengharap pujian orang lain.
  5. Allah SWT. melaknat orang kaya yang bersifat kikir, tidak mau membantu orang miskin dan tidak mau mengeluarkan zakat.

 

Referensi:

1. Al-Quran terjemah; Depag RI

2. Tafsir Al-Mishbah; Quraisy Sihab

3. Tafsir Pase;Balai Kajian Tafsir Pase

4. Tafsir Jalalain; Imam Al-Jalalain